Recent Developments in Indonesia
Indonesia’s highest court overturned parliament speaker and
Golkar Party leader Akbar Tanjung’s conviction by the Central Jakarta District
Court for misappropriation of funds. (Laksamana)
Critics of the Supreme Court’s ruling alleged that it served to further
discredit the Indonesian justice system. (Radio
Australia)
The United States Department of State released their Country
Report on Human Rights Practices for 2003, which concluded that the
Indonesian government continues to commit serious human rights abuses.
Indonesian officials defended the government’s conduct, responding that the
United States does not understand the nature of the conflict. (Laksamana)
Candidates for Indonesia’s parliamentary races along with
its first direct presidential elections are barred from campaigning before
March 11, though the election commission has already started citing violators.
(Laksamana)
Legislative elections will be held on April 5, with presidential elections on
July 5. Indonesia’s police chief warned that terror suspects may use this as an
opportunity to strike during the campaigns. (Radio
Australia) For more information on this year’s elections, see the
International Crisis Group’s Indonesia
Backgrounder: A Guide to the 2004 Elections.
Java
An outbreak of dengue fever in Indonesia, which has killed
256 people and infected more than 14,000 others as of 25 February, hit
densely-populated Java particularly hard. The AP
reported that the health ministry is investigating to determine whether a new
strain of the virus is contributing to the virulence of the outbreak, and Tempo reported that
there are serious flaws in the public health system that resulted in a failure
to respond quickly enough to the illness.
The Age
reported on 20 January that flooding forced at least 10,000 of Jakarta
residents to flee their homes and caused five deaths.
For more information, see:
Aceh
The military incursion against the Free Aceh Movement (GAM)
continues in the northernmost point of Sumatra. Security forces have taken
control of the major towns and roads and captured Acehnese accused of being
rebel supporters are placed in “re-education” camps, according to the BBC. Gun battles have led to the withdrawl of an
Indonesian Red Cross medical team (AFP),
and the military alleged that GAM took nine Red Cross volunteers hostage, later
releasing them. (Tempo)
Swedish authorities announced plans to investigate members
of GAM currently living in Sweden, after receiving evidence from Indonesian
officials reportedly linking them to attacks in Aceh. (Radio
Australia)
Officials announced that foreign observers will be allowed
into Aceh to monitor the elections, though an election watchdog group argued
that elections will be tainted since the province is still under martial law. (AFP) The U.S.
Department of State released its annual human rights report
on 25 February, focusing particularly on Aceh, and alleged that the government
has committed serious abuses while battling separatism.
For more information, see:
Kalimantan
Greenpeace alleged that illegal timber harvesting continues
in Kalimantan, and cited encounters with foreign freighters as evidence. (Reuters) On 24
February, a stampede at a concert in the South Kalimantan capital of
Banjarmasin resulted in the deaths of four people and injured dozens. (Laksamana)
For more information, see:
Sulawesi
On 3 February, the International Crisis Group released Jihad
in Central Sulawesi, a report with detailed risk analysis of terrorist
capacities and threats. In it, ICG details a new militia knowns as Mujahidin
KOMPAK, an organization operating in Poso with leadership drawn from Jemaah
Islamiyah, and which ICG argues is a serious threat to Indonesia’s stability.
The Jakarta Post
reported that media representatives in South Sulawesi agreed on February 14 to
assist in preventing against violence in the upcoming elections. Journalists
have reportedly been physically assaulted and subject to pressure, while
candidates allege that they are sometimes subjected to biased or discriminatory
media coverage.
For more information, see:
Papua
In a 12 February press release,
Amnesty International called on Indonesian authorities to give full support and
cooperation to the National Commission on Human Rights (Komnas HAM), which
established a commission of inquiry to investigate allegations of grave human
rights abuses in the areas of Wamena and Wasior.
A powerful earthquake struck Papua on 6 February, killing 23
people at first count and evicting many from their homes. (AFP)
Later, the toll rose to 37 (see Radio New Zealand)
and although aftershocks struck in the weeks following, the Federation of the
Red Cross and Red Crescent reported that within a week, power was restored and
50 percent of water was restored, though much building damage remained.
For more information, see:
Indonesian version
Pemilihan Umum 2004
Para calon anggota legislatif dan calon presiden dalam
pemilihan umum mendatang dilarang melakukan kampanye sebelum 11 Maret
2004. Namun demikian, Komisi Pemilihan
Umum sudah melayangkan sanksi kepada para pelanggar aturan ini (Laksamana). Pemilihan anggota legislatif (DPRD, DPR, dan
DPD) akan berlangsung pada 5 April, sedangkan pemilihan Presiden langsung babak
pertama pada 5 Juli. Kapolri
memperingatkan bahwa para tersangka teroris kemungkinan akan memanfaatkan masa
kampanye ini untuk melakukan aksinya (Radio
Australia). Untuk informasi lebih
lanjut tentang Pemilu 2004, silakan baca laporan International Crisis Group
berjudul Indonesia
Backgrounder: A Guide to the 2004 Elections.
Tambahan informasi mengenai Pemilu 2004:
'Pemilu
2004, Rawan Konflik Sosial' (Media Indonesia)
Etnis
Tionghoa dan Pemilu 2004 (Setiono, Benny G)
Pemilu
Terancam Inkonstitusional? (Siregar, RH)
Pengangguran,
Pemilu, dan Gejolak Sosial (Cahyono, Imam)
intahan
Gonjang Ganjing (M, HS Soetardji)
Dilema
Kemanusiaan di Hadapan Pemilu Jurdil (Pendit, Nyoman S.)
Tafsir
Ekonomi Pemilu (Gazali, Effendi)
Serangan
Fajar (Qodari, Muhammad)
Mengidamkan
Politikus dan Partai Politik Bervisi (Mboi, Ben)
Mewaspadai
Kekerasan Politik (Yanto, Oksidelfa)
Bedah
Kontrak Pengadaan Kotak Suara (Sibarani, Bachtiar)
Panwas
Pemilu Sebagai Wasit (Sulistyo, Hermawan)
Merebut
Momentum Kebangsaan (Wahid, Hidayat Nur)
Megawati
akan Menggandeng Akbar (Media Indonesia)
Jawa
Kejadian luar biasa wabah demam berdarah di Indonesia telah
menimbulkan korban jiwa 312 orang dan menyebabkan 17, 289 orang lainnya
terinfeksi virus yang ditularkan nyamuk tersebut terhitung pada 27 Februari
2004 (AFP). Kantor berita AP
melaporkan bahwa Departemen Kesehatan RI sedang menyelidiki kemungkinan
munculnya jenis virus baru yang menyebabkan meluasnya wabah kali ini, dan
menurut Tempo, ada ketidakberesan dalam birokrasi sistem
kesehatan masyarakat yang menimbulkan kelambatan dalam mengatasi penyakit ini.
The Age
melaporkan pada 20 Februrari bahwa telah terjadi banjir besar di ibukota
Jakarta yang menyebabkan ribuan penduduk mengungsi dan menewaskan lima orang.
Tambahan informasi mengenai kejadian di Jawa:
Demam
Berdarah Berbasis Perubahan Iklim (Daryono)
Penyakit
Demam Berdarah Dengue (Lukito, Benyamin)
LBH
Kesehatan: Penanganan DBD Keliru (Sinar Harapan)
Menghentikan
Derita Bencana Alam (Soemarwoto, Otto)
''Globalisasi''
Bencana Cuaca (Daryono)
Aceh
Pengepungan militer terhadap Gerakan Aceh Merdeka atau GAM
berlanjut di propinsi paling utara pulau Sumatera ini. Menurut kantor berita BBC, pihak
militer Indonesia telah berhasil mengamankan kota-kora besar dan jalan-jalan
antarkota, dan menempatkan tersangka anggota pemberontak di pusat-pusat
“pelatihan kembali”. Sementara itu,
kontak senjata yang tak pernah ada hentinya membuat Palang Merah Indonesia atau
PMI menarik tim medisnya dari Aceh (AFP),
dan pihak TNI (Tentara Nasional Indonesia) menuduh GAM menculik dan menyandera
sembilan relawan PMI, meskipun kemudian melepas para relawan itu (Tempo).
Pemerintah Swedia mengumumkan rencana untuk menyelidiki para
tokoh GAM yang kini berdiam di Swedia, setelah menerima bukti-bukti dari
pemerintah Indonesia yang mengaitkan para tokoh tersebut dengan berbagai
serangan teror di Aceh dan kota lainnya di Indonesia (Radio
Australia).
Pemerinta Indonesia mengumumkan bahwa para pengamat asing
diizinkan datang ke Aceh untuk memantau pelaksanaan pemilihan umum, meskipun
sebuah kelompok pengawas pemilu menganggap pemilu di propinsi itu tidak sah
karena masih berada di bawah hokum darurat militer (AFP).
Tambahan informasi mengenai Aceh:
Mengapa
Mereka KKN (S, Marzuki)
Penyelidikan
Pelanggaran HAM Berat Soeharto (Adam, Asvi Warman)
Mencegah
Pelanggaran HAM oleh TNI (Mashadi)
Dilema
Independensi Pers Indonesia (Saputro, Edy Purwo)
Ihwal
Perang Melawan Gerilya di Aceh (Tobing, Maruli)
Kalimantan
Kelompok Greenpeace menuduh penebangan kayu liar masih terus
berlanjut di Kalimantan, dan hal itu terbukti dari aksi mereka yang sempat
memergoki beberapa kapal angkut kayu asing di pulau tersebut. (Reuters). Pada 24 Februari, empat orang tewas dan
lusinan lainnya terluka akibat kekacauan di acara konser musik di Banjarmasin,
ibukota propinsi Kalimantan Selatan. (Laksamana)
Tambahan informasi mengenai Kalimantan:
Siapa
Penadah Kayu, dan Siapa Mencuri? (Ginting, Longgena)
Bencana
Itu Kembali Terulang (Kompas)
Sulawesi
Pada 3 Februari, International Crisis Group menerbitkan Jihad
in Central Sulawesi, sebuah laporan terperinci yang dilengkapi analisa
risiko terhadap ancaman dan kemampuan kelompok teroris di Sulawesi. Dalam laporan tersebut, ICG menyebut
keberadaan organisasi milisi bernama Mujahidin KOMPAK yang kepemimpinannya
diambil dari kelompok Jemaah Islamiyah.
ICG menyebut organisasi ini sebagai ancaman terhadap stabilitas
Indonesia.
Harian berbahasa Inggris Jakarta Post
pada 14 Februari melaporkan bahwa perwakilan media massa setuju untuk membantu
mencegah terjadinya kekerasan dalam pemilu yang akan dating. Para wartawan mengaku kalau mereka
kadang-kadang diserang secara fisik dan menjadi sasaran ancaman, sedangkan pada
calon anggota legislatif menuduh liputan media kadang-kadang mendiskriminasi
atau merugikan mereka.
Tambahan informasi mengenai Sulawesi:
ICG
Keluarkan Kajian Tentang Jihad di Poso (Sinar Harapan)
Radikalisme
Agama Ancaman bagi Pemilu 2004? (Renaldi, Adrian)
Papua
Sebuah gempa yang cukup kuat telah menggoyang Papua pada 6
Februari lalu, menewaskan 23 orang dan membuat banyak keluarga kehilangan
tempat berteduh (AFP).
Belakangan, korban tewas terhitung 37 orang (Radio New Zealand)
dan meskipun gempa susulan masih terjadi pada minggu-minggu berikutnya,
sambungan listrik dan separuh dari pasok air bersih sudah bisa dipulihkan. Banyak bangunan masih porak-poranda akibat
gempa yang bersumber dari daratan sekitar Nabire ini.
Tambahan informasi mengenai Papua:
Nabire,
Persimpangan Jalur Gempa (Pudja, I Putu)
Rakyat
Papua Tidak Membutuhkan Darurat Sipil (Yewangoe, Andreas A)